Ayam Gulung Daging Asap
Ukuran porsi: 5 orang 2 potong dada ayam, iris tipis melebar jadi 5 potong 5 lembar daging sapi asap 2 siung bawang putih, haluskan 1/2 sendok teh merica bubuk 1 sendok makan kecap asin 1 butir putih telur, kocok 100 gram tepung parnir Saus: 2 sendok makan saus tomat 1 sendok makan saus cabai Cara membuat: Ayam gulung: campur bawang putih, merica bubuk, dan kecap asin, aduk hingga rata, lalu masukkan dada ayam, aduk rata, rendam sekitar 15 menit, tiriskan. Letakkan 1 potong dada ayam pada talenan, lalu taruh diatasnya 1 lembar daging asap, gulung dari satu sisi, semat dengan tusuk gigi tengahnya agar gulungan tidak lepas, ulangi hingga bahan habis. Celupkan gulungan daging ayam dalam putih telur, gulingkan pada tepung parnir, ulangi sekali lagi, lalu goreng dalam minyak panas dan banyak hingga matang dan berwarna kecoklatan, angkat. Saus: campur saus tomat dan saus cabai, aduk hingga rata.11 Januari 2009
Daging Ayam bergulung ditengah Asap
Mentega yang tega terhadap Ayam
Ayam Goreng Mentega Bahan:
1/2 ekor ayam, potong-potong 1 sendok teh garam 4 sendok teh mentega/margarin 2 sendok teh kecap asin 2 sendok teh kecap inggris 1 sendok teh kecap manis 2 buah jeruk limau, ambil airnya 2 cm jahe, cincang 2 siung bawang putih, memarkan 1/2 sendok teh merica bubuk Cara membuat Haluskan jahe, bawang putih, dan merica bubuk, aduk rata. Lumuri ayam hingga rata dengan bumbu yang telah dihaluskan, biarkan sekitar 15 menit, lalu goreng dalam minyak panas dan banyak hingga matang kecoklatan, angkat, tiriskan. Panaskan mentega, masukkan kecap asin, kecap inggris, kecap manis, dan garam, aduk rata, didihkan. Masukkan ayam goreng tadi, aduk rata, tambahkan air jeruk limau, aduk rata, masak hingga saus mengental.Untuk 6 porsi ketika rapat internal pengurus erteAyam dan Cabe yang kekeringan
Ayam sejati adalah mereka yang berkaki dua... tapi keluar hanya pagi, siang dan sore masuk kandang...malam???? mereka bukan ayam sejati. Begitu halnya dengan cabe yang sebenarnya adalah yang dapat mempertahankan kepedasannya, walaupun harus kekeringan...Dia dikenal dengan cabe kering dapatkah kedua makhluk itu bersatu di dalam periuk??? nikmatkah mereka? ikuti kisah resep berikut ini !!! Ayam Cabe Kering
Bahan:
5 sendok makan minyak
400 gram dada ayam, potong ukuran 1/2 x 2 x 5 cm
10 buah cabe merah kering
1/2 sendok makan minyak wijen
4 siung bawang putih, cincang halus
10 gram jahe, memarkan
1 batang daun bawang, potong serong
1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
Saus:
120 gram gula pasir
5 sendok makan kecap asin (light soy sauce)
21/2 sendokmakan kecap asin
3 sendok makan saus tiram
5 sendok makan cuka hitam & 5 sendok makan saus tomat
4 sendok makan cuka beras
40 cc air
Cara membuat:
Saus: campur semua bahan, aduk hingga rata, lalu sisihkan.
Bahan: panaskan minyak, masukkan ayam, masak sampai matang, angkat, tiriskan.
Panaskan minyak tadi, masukkan cabe merah kering, masak sampai berubah warna. Tambahkan minyak wijen, bawang putih, jahe, dan daun bawang, aduk rata, masak hg harum, lalu masukkan tumisan ayam tadi dan saus, aduk rata, masak hg mendidih. Masukkan larutan tepung maizena, aduk rata, masak hg mengental, angkat, sajikan.
Ayam dan Daun Pandan
Ketemu lagi
07 Januari 2009
Sebelum telat kawan!
Disuatu lingkungan RT hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja.
Gawe kite
Erte 6 On Air
HALO..HALO !!! SENYUM PLUS PLUS Salah satu sunnatullah dalam ritme kehidupan adalah semangat kepedulian sosial yang secara gradual harus ditanamkan dan diterapkan disetiap nafas terhembus dari kita sebagai makhluk zoon politiken. Sebagai wujud “mau tahu dan mengerti”, manusia dituntut untuk selalu berada dalam jalur peduli kepada sesama, kepedulian tersebutlah yang menimbulkan kebersamaan harmonis yang sudah sepatutnya diwujudkan dalam berwarga, kerucut hirarki dalam bernegara di Indonesia sejak lama telah terlembaga dalam bentuk “Rukun Tetangga”. Menyerap semangat yang ditabalkan pada nama “Rukun”, berasal dari bahasa Arab “Rukun” berarti tiang penyanggah, yang memiliki fungsi sebagai penopang kekohan sebuah bangunan, begitu juga diharapkan “bangunan warga” disuatu wilayah diharapkan dapat berdiri kokoh dan berpenampilan harmonis bila ditata dengan baik. Berwarga adalah babak yang tidak dapat dihindari dalam metamorfosis kehidupan seorang manusia bila tidak ingin dicap sebagai anti sosial, kerinduan untuk berbaur telah lama dinegeri ini telah menjadi kebutuhan primer, kesendirian dalam keramaian telah lama pula tidak menjadi pilihan favorit banyak masyarakat Indonesia, walaupun memang tidak dapat dipungkiri hal tersebut bukan tidak ada, ada tapi tidak pernah menjadi virus agresif yang meracuni benak mereka yang mengerti bahwa fitrah manusia tercipta untuk dapat bermanfaat bagi manusia lainnya, lebih jauh lagi dalam Islam, manusia tercipta untuk berdampak positif bagi alam sekitarnya. Harapan hidup bagi manusia sosial akan selalu lebih panjang dibandingkan mereka yang anti sosial, berbagai masalah yang dipastikan akan membebani setiap orang dalam hidup ini akan dapat diperingan bila ditanggung bersama, dengan semangat: Ringan sama dipikul, berat sama dijinjing (pake troli kalau di Supermarket), setiap beban sosial akan selalu mendapatkan jalan keluar bagi yang mengerti berbagi dalam kebersamaan dan bersama dalam pembagian. Pada akhirnya bagi yang masih enggan untuk bersama kami mengajak untuk memulai dengan menegur sapa (paling ekonomis), toh Islam telah mengajarkan bahwa: Senyum mu adalah sedekah, murah, mudah dan berhadiah pahala...Ada yang lebih ampuh??? Yang lebih mahal banyak!
Mo, lanjut baca ceritanye Om/tante ..



